4 Aries Centrum 09.37.00 Tips memilih membeli gitar Tips memilih membeli gitar
Tips memilih membeli gitar
Tips memilih membeli gitar

Tips memilih membeli gitar

Tips membeli gitar akustik

Gitar akustik merupakan salah satu instrument yang paling banyak dicari banyak orang. Keberadaan gitar akustik memang bermacam-macam, dari harga 75 ribu hingga ada yang mencapa Rp 20 juta lebih. Jangan heran, gitar akustik sebenarnya bukanlah instrument musik biasa.
Kali ini saya akan memberikan beberapa tips untuk anda dalam mencari gitar akustik yang tepat untuk anda.

1. Tentukan kebutuhan anda
Anda harus menentukan "kebutuhan" anda untuk gitar tersebut. Apakah hanya untuk genjrang-genjreng di kamar, di kos, atau cuman untuk ngamen? Namun tak menutup kemungkinan anda juga membutuhkan gitar untuk studio rekaman anda, untuk urusan rekaman indie, atau bahkan kebutuhan untuk sekolah musik anda.

2. Tentukan bugdet anda
Setelah anda menentukan asalan anda membeli gitar akustik, anda siapkan uang. Untuk membeli gitar hanya untuk kebutuhan personal pemakaian di kamar, budget yang saya sarankan adalah minimal Rp 400 ribu - Rp 1 juta. Gitar-gitar dengan harga tersebut sebenarnya sudah cukup untuk mendapatkan instrumen gitar untuk kelas starter atau pemula. Jangan marah jika anda dibilang pemula, hal yang wajar untuk mengawali belajar main gitar. Banyak orang membeli gitar jutaan rupiah namun akhirnya males untuk belajar dan akhirnya gitarnya tak pernah dipegang lagi. Bukan masalah uang, namun gitar tersebut yang "menangis" karena tak pernah disentuh. Pilihlah gitar yang mempunyai merek asli seperti Yamaha, Cort, dan sebagainya. Saya sangat tidak menyarankan anda untuk membeli gitar murah dari merek yang tidak ternama apalagi merek lokal. Pengalaman saya di pasar gitar Jogja, banyak merek lokal yang menempel stiker palsu "Yamaha". selain kualitas yang beda jauh, saya jamin gitar anda tidak akan awet tahan lama. Saran saya adalah pilih gitar di atas Rp 500 ribu. gitar tersebut sudah cukup untuk belajar atau sekedar bermain namun bukan untuk aksi panggung.
Kemudian untuk kebutuhan yang kedua adalah untuk kebutuhan "penting" seperti pentas, rekaman, atau sekolah musik. Kebutuhan ini sedikit lebih penting karena anda akan menggunakan gitar dalam jangka waktu panjang selama beberapa tahun kedepan. Sebaiknya anda minimal membeli gitar dengan budget Rp 1 juta. Semua merek gitar asli seperti Yamaha sudah memiliki kualitas yang cukup untuk tahap belajar hingga tahap pentas di panggung. 

3. Memilih merek gitar
Setelah anda sudah punya uang yang cukup, kini saatnya hunting gitar yang cocok. pertama, selalu belilah gitar di toko musik yang ternama. Alasannya adalah mereka pastinya hanya menjual produk-produk yang asli. Beberapa tempat yang tepat adalah dealer resmi toko musik untuk merek-merek yang sudah ternama. Minta bantuan penjaga toko untuk memilih gitar yang cocok dengan uang yang anda punya. Ingat hanya minta saran, keputusan ada ditangan anda. Jika anda pasti membeli jangan ragu untuk mecoba gitar tersebut. mainkan beberapa kunci-kunci gitar. Rasakan tekanan di jari, rasakan suara yang keluar. Temukan gitar yang paling anda nyaman mainkan dan juga nyaman di dompet anda. Ingat untuk gitar bermerek, semakin mahal gitarnya semakin tinggi kualitassnya. Jika anda masih pemula tak ada salahnya meminta teman untuk membantu memilihkan gitar yang cocok dengan anda dan kantong anda.

4. Memilih gitar (kelas menengah keatas)
Sengaja saya menuliskan kelas menengah keatas karena nomor 4 ini saya khususnya untuk anda yang sudah memiliki kemampuan pasif musik yaitu membedakan suara kualitas dari gitar. Ini terdapat beberapa jenis kayu yang sering digunakan untuk menjadi bahan gitar. Anda akan dapat merasakan perbedaanya untuk gitar dengan budget lebih dari 2 juta. Anda akan dapat merasakan karaktersitik dari setiap gitar berbeda tergantung kayu yang digunakan. Berikut ini daftar mengenai beberapa kayu yang digunakan untuk gitar akustik

Alder (Alnus rubra) :


Kayu ini sering digunakan untuk body gitar karena bobotnya yang cukup ringan (sekitar 2kg untuk sebuah body stratocaster), namun dengan tone yang cukup baik. Tone yang dihasilkan oleh kayu jenis ini adalah mid cenderung bright. Kayu ini juga digunakan oleh Fender selama bertahun-tahun. Corak dari alder sendiri cukup menarik sehingga dapat difinishing dengan clear atau candy. Alder sebaiknya hanya digunakan untuk body gitar atau untuk laminated top, jangan digunakan untuk neck atau fingerboard (kayu ringan biasanya tidak terlalu kuat untuk menangani tarikan dawai).



Ash (Fraxinus Americana) :


Seperti halnya alder, ash juga mempunyai bobot yang cukup ringan, namun sedikit lebih berat daripada alder. Kayu ini memiliki corak yang khas dan indah dengan tekstur serat yang agak kasar. Di Indonesia terdapat kembaran ash yaitu sungkai, untuk membedakannya dapat dilihat dari seratnya, dimana sungkai memiliki serat lebih kasar/besar daripada ash. Untuk tone sendiri, ash menghasilkan tone pertengahan cenderung bright (seperti alder). Idealnya, kayu ini digunakan untuk body dan laminated top, dan bukan untuk neck atau fingerboard (alasan sama dengan alder)


Basswood (Tilia Americana) :
Basswod juga merupakan salah satu kayu dengan bobot yang cukup ringan. Kayu berwarna cerah ini memiliki motif yang tidak menonjol sehingga tidak disarankan untuk difinishing transparan. Kayu ini cukup soft sehingga cukup rentan terhadap beban dan tekanan, oleh karena itu sangat tidak dianjurkan membuat neck/fretboard dengan kayu jenis ini. Sound yang dihasilhan oleh kayu ini adalah mid cenderung warm. 
Karena kekuatan dan motifnya yang kurang baik, kayu ini hanya cocok digunakan untuk membuat body gitar.

Mahogany (Khaya Ivorensis) :
Mahogany atau dalam bahasa indonesia disebut mahoni merupakan kayu yang identik dengan gibson. Sebagian besar gitar buatan Gibson menggunakan kayu jenis ini. Hal ini bukan tanpa alasan, karena mahogany memiliki karakter yang sangat baik, sound yang warm, dan sustain yang panjang mewakili ciri khas dari gitar-gitar buatan Gibson. Selain itu, kayu ini juga kuat, banyak perkakas dan interior rumah menggunakan kayu ini karena kekuatannya. Kayu ini cocok dingunakan untuk body, laminate top, dan neck, namun tidak cocok untuk fingerboard, karena kayu ini memiliki pori-pori yang cukup besar sehingga fretboard akan terlihat cepat kotor.

Maple (keluarga Acer) :


Maple
Seperti halnya mahogany, maple juga termasuk kayu keras dan kuat. Maple memiliki warna cerah dengan tekstur rapat dan corak yang bagus. Maple memiliki banyak ragam seperti flamed maple, quilted maple, birdh eyes maple, dll, dimana setiap jenis tersebut memiliki corak warna yang indah sehingga sering digunakan untuk laminate top pada body. Selain itu, pada umumnya maple digunakan sebagai neck dan fingerboard (karena kekuatan dan teksturnya yang rapat). Maple menghasilkan sound yang bright.



Flamed Maple
Quilted Maple


Rosewood (Dalbergia Latifolia) :


Rosewood yang di Indonesia disebut dengan sonokeling, merupakan kayu keras yang paling sering digunakan sebagai fingerboard. Kayu ini merupakan kayu keras yang memiliki bobot yang cukup berat, menurut saya sih lebih berat dari mahoni. Seperti halnya mahogany, kayu ini juga menghasilkan tone yang warm dan sustain yang baik. Kayu ini dapat digunakan pada semua bagian gitar yang terbuat dari kayu seperti body, neck, fingerboard, dan top laminate, bahkan kayu ini juga sering digunakan untuk bridge. 



Untuk gitar dibawah 1 juta, biasanya menggunakan mahony dan cyprus. Namun yang terpenting dari sebuah gitar selain jenis kayunya adalah kualitas kayunya.
1. Plywood / triplek
2 Solid wood / kayu 
Untuk gitar dibawah 1 juta, hanya menggunakan plywood atau triplek. Kualitas suaranya masih biasa dan tidak sebagus Solid wood. Namun setiap jenis kayu memiliki grade tersendiri. Nilai grade atau kualitas disimbolkan dengan huruf A. Semakin banyak huruf A semakin tinggi kualitasnya. Oleh karena itu janga heran jika terdapat gitar dengan harga sama seperti sebuah I-phone.
Jika anda punya budget besar, pilih gitar dengan bahan yang anda inginkan. Setiap bahan memiliki karakteristik suara yang khas entah suara low, mid atau tinggi. Untuk lebih mudahnya, pilihla gitar bermerek asli. Semakin mahal harganya, saya jamin kualitasnya semakin bagus selama gitar tersebut benar-benar asli.

RAHASIA
Hal ini sebenarnya adalah rahasia memiliki gitar bagus dengan harga murah. Jawabannya adalah dengan pesan sendiri ke luthier gitar atau pengrajin gitar. Di Jogja dan Solo banyak pengrajin gitar berkualitas dan terpercaya namun informasinya hanya beredar antara musisi tinggi. Tanyalah gitaris-gitaris yang sekiranya berpengalaman dimana luthier terbaik di Jogja atau di Solo. Jika memang pengrajin tersebut benar-benar bagus, anda dapat membeli gitar kelas 2 juta dari merek asli dengan harga setengahnya. Kualitas kayu dan keahlian pengrajin sangat berpengaruh dari hasil gitar handmade buatannya. Jadi saya sarankan pilih pengrajin yang benar-benar bagus, bukan hanya mengejar untung. Cobalah ke bengkelnya langusng dan lihat hasil gitar yang sudah jadi. Coba, rasakan, mainkan, dan bedakan harganya. Pengrajin yang terampil mampu menghasilkan gitar indah dan bagus dengan harga yang lebih terjangkau. Namun hati-hati ada juga pengrajin yang hanya asal-asalan membuat gitar "sayur" atau gitar murahan. Saya sarankan jangan pernah membelinya karena jika memang anda seorang gitaris akan menangis jari anda ketika memegang gitar sayur.


7 komentar

  1. apa sih sebenernya ciri ciri gitar sayur itu gan ??
    #maaf masih newbie

    BalasHapus
    Balasan
    1. Intinya sih gitarnya jelek dan murmer biasanya

      Hapus
  2. Apa bahan neck gitar yg mudah bengkok? Karena saya masih heran brp banyak gitar yg pernah saya pegang ada yg agak mahal tp bengkok.. ada juga yg murah tapi ternyata kuat..

    BalasHapus
  3. Apa bahan neck gitar yg mudah bengkok? Karena saya masih heran brp banyak gitar yg pernah saya pegang ada yg agak mahal tp bengkok.. ada juga yg murah tapi ternyata kuat..

    BalasHapus
  4. Kalau kayu ciprus dan sungkai, apakah bagus untuk gitar?

    BalasHapus
  5. Kayu Meranti bagus buat gitar ga

    BalasHapus